lAst
1.makanan terakhir yang kamu makan
bakso bikinan pak samsuri, pake daun bawang ama kol, enak lo...malem malem gini
2.situs terakhir yang kamu buka
www.okezone.com
3.terakhir minum apaan
es sirup melon merk pohon pinang
4.sms terakhir dari...
ngga tau lupa abisnya disini ngga ada sinyal, so uda 2 minggu nih ngga sms an
5.miscal...
apalagi....
6.terakhir nelpon/ditelpon?
nelpon nia temenku SMA dulu, ngucapin selamat dia abis diwisuda, btw ngga ada telpon buat aku tuh
7.terakhir ngaji..
uda nyampe juz 8 tadi sore
8.terakhir belajar...
tadi sore jam 5 ampe jam 6 kurang seperempat, belajar tentang gas detector ama crew yang lain
9. terakhir mandi...
tadi sore kekeke....2 minggu ini aku cuma mandi sekali sehari, lawis tinggal tidur aja pake mandi, belagu amat
10.terakhir jatuh cinta...
rahasia man!!
11. terakhir dicium
waaaaaaa uda lama banget, uda lupa rasanya
12. terakhir dipeluk/meluk
sebulan yang lalu, my lovely sista, i miss u
13. terakhir potong rambut
sebulan yang lalu disuruh suruh ama si ola di johny, sialan 30 rebu jadinya sama kaya tukang cukur madura 5rb an....bah...
14.terakhir beli pulsa
hehe uda ngga beli pulsa lagi, uda setaun nih pake abonemen
15.terakhir nonton bioskop
nah ini, setahun yang lalu atau 8 bulan yang lalu ya...bodo uda lupa , pokonya abis selesai sidang TA nonton apaan ya, waaaahhh ngga inget ngga inget
Now
1. pakaian yang dipake sekarang
overall, ama t shirt putih 10 rebuan plus kaos kaki ijo 5rebu dua
2. jam tanganmu skarang
casio G-shock 12 tahun yang lalu waktu kelas 5 SD, hehe im so proud with my watch
3 sepatumu skarang
yang pasti sepatu kerja merk cheetah, yang ada besi di depannya ama yang di rumah nike air force one, i love it
4. motormu skarang
honda vario dong biru pelek ruji keluaran pertama...borosnya ngujubileh bro...
5. handphonemu skarang
siemens A70, ericsson T28 ama huawei CDMA
6. buku yang lagi dibaca skarang
bermain sulap dengan matematika yang tak beli waktu sebelum berangkat kerja di toga mas
7. pacarmu skarang..
hehe private only itu..
udah ah, lanjut lagi kapan2, cuma mau ngetes tulisan doang
Selasa, 13 November 2007
Senin, 12 November 2007
simbah
mmm, terasa nyaman dan enak selimut ini dikulitku, sebotol air yang dari tadi kubiarkan di saku kursi depanku kulihat mulai menetes karena yang tadinya dingin sudah 1 jam kubiarkan ngga kuminum, nenek yang duduk di sebelahku juga sudah tidur sambil menggumam ngga karuan, setelah capek mungkin bercerita ngalor ngidul pengalamannya yang lama dalam bisnis jual-beli buah di pasar induk. Di bawahku seorang anak kecil tidur dengan nyamannya walau hanya memakai kardus sebagai alasnya, anak dari kondektur bis ini rupanya, baru kuketahui setelah lepas rumah makan di Pamanukan kondektur bis ini menggelar kardus di samping kursiku, di dekat pintu keluar. Mmmm begitu damai kulihat wajahnya, tidak merasakan hawa dingin dari AC yang naudzubillah dinginnya, seolah dirinya tidur di kamar ber-AC yang tidak pernah rasakan seumur hidupnya selain ditempat kerja bapaknya yaitu di bis malam ini. " kenapa to pak kok anaknya diajak? mesakke kademen gitu."
"we la malah si tole iki sing njaluk melu bapakne nyambut gawe, adem jarene enak turu ning bis." jawab pak kondektur waktu kutanya kenapa kok anaknya diajak.
Uhh kurutuki diriku yang berpergian tapi ngga bawa jaket, dingin banget, niatnya sih aku pergi ke jakarta cuma sebentar cuma mau menghadiri acara ijab kabulnya seorang kawan. Kurencanakan cuma 1 hari 2 malam sih makanya aku ngga bawa jaket, selain berat juga aku emang naik kereta bisnis yang ngga ada AC nya sehingga pikirku ngga perlu lah pake jaket.
Aku berangkat tadi pagi dari Semarang ketika di tengah perjalanan sampai stasiun cikampek tepatnya ibu menelponku
"dem...."
ko sepi pikirku, ibu ngga nglanjutin kata-katanya, "dem, simbah ngga ada dem, simbah ngga ada"
"innalillahi wainnailaihi rojiun." ucapku
"barusan, kamu nyampai mana?"
"cikampek, bu." jawabku
"cepet pulango, ngga usah ke acaranya temenmu itu, langsung kesini." ucap ibu sambil menangis dan langsung menutup telponnya, entah karena sengaja atau ngga, tapi karena berita itu aku jadi gelisah dan khawatir. 2 hari yang lalu jam 2 pagi sesampai di rumah setelah pulang dari jogja ibu membukakan pintu sambil bercerita tentang simbah putriku yang jatuh di dapur dan sekarang di rawat di rumah sakit pekajangan pekalongan dan sempat pingsan 6 jam katanya.
" ya udah bu besok pagi ku tak ke pekalongan pagi-pagi naik kereta jam 6."
"ya maturo simbah putrimu ibu ngga bisa kesana hari ini mungkin nanti malam baru bisa ke pekalongan." pesen ibu sebelum aku berangkat.
Sesampai rumah sakit ku menuju ruangan dimana simbahku dirawat, rupanya hanya ruangan kelas tiga yang diisi 12 orang dan hanya dipisahkan kain untuk tiap pasiennya. Sedih aku melihatnya, simbahku pucat. Kucium tangannya, "niki demas mbah" "oh demas, ibumu ndi?" tanya beliau. "ibu mangke ndalu mbah mriki, margi wonten keperluan ingkang mboten saged ditilar" jawabku.
"simbah sakit apa to?" "ngga apa-apa kok nang" jawab beliau, kemudian simbah langsung tidur entah karena obat tidur yang dirasakan atau memang tadi sebetulnya hanya terbangun sebentar karena dengar suaraku waktu aku datang.
disitu ada om ku, adik dari ibuku yang sedang tidur, jadi kuputuskan untuk mencari sarapan dulu di luar sementara kupendam dulu keinginan bertanya apa yang sebenarnya terjadi sama simbah.
jam 9 aku masih berjaga disamping tempat tidur simbah, dan omku masih saja tidur, kecapean mungkin setelah semaleman njagain simbah. Jam 11 kakak sepupuku datang setelah dia selesai kerja.
"mbak, simbah sakit apa to, wong kemarin sehat2 aja gitu."
"ngga tau aku, kemarin siang tu simbah jatuh waktu masih nggoreng ikan asin, untung ada lek Pon tetangga sebelah yang teriak teriak simbah jatuh trus dibawa kesini pake mobilnya pak Mul itu." katanya.
Seharian itu aku berjaga di rumah sakit sampai malam jam 8 aku memutuskan pulang karena paginya aku harus ke jakarta selain itu karena simbah sudah sehat kurasa karena hasil lab dan yang lain-lain menunjukkan simbah baik2 saja, simbah malah ngga diinfus dan boleh makan apa saja, itu kan berarti simbahku baik-baik saja.
"mbah, demas pamit dulu soalnya besok mau ke jakarta mbah"
"mbok disini aja nang, ke jakartanya ngga usah. Temenin mbakmu ini lo njagain simbah di rumah sakit." kata simbah.
"yowis sing ati-ati yo nang, bilang ibumu ngga usah ke rumah sakit juga ngga apa-apa, simbah sudah sehat ko, besok juga simbah pulang."
"besok ibu pagi-pagi rencana mau kesini kok mbah, ngga jadi malam ini karena tadi demas telpon ibu belum nyampai rumah malahan, masih di kantor."
"yo wes kono, ati-ati"
sambil kucium tangan simbah aku lihat simbah ngga pengen liat aku pulang, keliatan kok di mata beliau.
Sampai di jatinegara aku segera menuju ke cipinang muara rumah temanku itu, setelah berbasa basi sedikit dan mengucapkan selamat serta permintaan maaf karena janjiku untuk ikut hadir di akad nikahnya tidak bisa kutepati aku pamit.
Aku sengaja naik bis dari cawang karena kalau nunggu kereta yang ke semarang baru berangkat jam 8 malam, kalau dari terminal pulogadung sama aja bolak balik.
hmmm uda nyampai pekalongan ternyata, uda jam 12 lebih sepuluh, uda telat 7 jam dari pemakaman simbahku.
simbah, demas kangen simbah...
"we la malah si tole iki sing njaluk melu bapakne nyambut gawe, adem jarene enak turu ning bis." jawab pak kondektur waktu kutanya kenapa kok anaknya diajak.
Uhh kurutuki diriku yang berpergian tapi ngga bawa jaket, dingin banget, niatnya sih aku pergi ke jakarta cuma sebentar cuma mau menghadiri acara ijab kabulnya seorang kawan. Kurencanakan cuma 1 hari 2 malam sih makanya aku ngga bawa jaket, selain berat juga aku emang naik kereta bisnis yang ngga ada AC nya sehingga pikirku ngga perlu lah pake jaket.
Aku berangkat tadi pagi dari Semarang ketika di tengah perjalanan sampai stasiun cikampek tepatnya ibu menelponku
"dem...."
ko sepi pikirku, ibu ngga nglanjutin kata-katanya, "dem, simbah ngga ada dem, simbah ngga ada"
"innalillahi wainnailaihi rojiun." ucapku
"barusan, kamu nyampai mana?"
"cikampek, bu." jawabku
"cepet pulango, ngga usah ke acaranya temenmu itu, langsung kesini." ucap ibu sambil menangis dan langsung menutup telponnya, entah karena sengaja atau ngga, tapi karena berita itu aku jadi gelisah dan khawatir. 2 hari yang lalu jam 2 pagi sesampai di rumah setelah pulang dari jogja ibu membukakan pintu sambil bercerita tentang simbah putriku yang jatuh di dapur dan sekarang di rawat di rumah sakit pekajangan pekalongan dan sempat pingsan 6 jam katanya.
" ya udah bu besok pagi ku tak ke pekalongan pagi-pagi naik kereta jam 6."
"ya maturo simbah putrimu ibu ngga bisa kesana hari ini mungkin nanti malam baru bisa ke pekalongan." pesen ibu sebelum aku berangkat.
Sesampai rumah sakit ku menuju ruangan dimana simbahku dirawat, rupanya hanya ruangan kelas tiga yang diisi 12 orang dan hanya dipisahkan kain untuk tiap pasiennya. Sedih aku melihatnya, simbahku pucat. Kucium tangannya, "niki demas mbah" "oh demas, ibumu ndi?" tanya beliau. "ibu mangke ndalu mbah mriki, margi wonten keperluan ingkang mboten saged ditilar" jawabku.
"simbah sakit apa to?" "ngga apa-apa kok nang" jawab beliau, kemudian simbah langsung tidur entah karena obat tidur yang dirasakan atau memang tadi sebetulnya hanya terbangun sebentar karena dengar suaraku waktu aku datang.
disitu ada om ku, adik dari ibuku yang sedang tidur, jadi kuputuskan untuk mencari sarapan dulu di luar sementara kupendam dulu keinginan bertanya apa yang sebenarnya terjadi sama simbah.
jam 9 aku masih berjaga disamping tempat tidur simbah, dan omku masih saja tidur, kecapean mungkin setelah semaleman njagain simbah. Jam 11 kakak sepupuku datang setelah dia selesai kerja.
"mbak, simbah sakit apa to, wong kemarin sehat2 aja gitu."
"ngga tau aku, kemarin siang tu simbah jatuh waktu masih nggoreng ikan asin, untung ada lek Pon tetangga sebelah yang teriak teriak simbah jatuh trus dibawa kesini pake mobilnya pak Mul itu." katanya.
Seharian itu aku berjaga di rumah sakit sampai malam jam 8 aku memutuskan pulang karena paginya aku harus ke jakarta selain itu karena simbah sudah sehat kurasa karena hasil lab dan yang lain-lain menunjukkan simbah baik2 saja, simbah malah ngga diinfus dan boleh makan apa saja, itu kan berarti simbahku baik-baik saja.
"mbah, demas pamit dulu soalnya besok mau ke jakarta mbah"
"mbok disini aja nang, ke jakartanya ngga usah. Temenin mbakmu ini lo njagain simbah di rumah sakit." kata simbah.
"yowis sing ati-ati yo nang, bilang ibumu ngga usah ke rumah sakit juga ngga apa-apa, simbah sudah sehat ko, besok juga simbah pulang."
"besok ibu pagi-pagi rencana mau kesini kok mbah, ngga jadi malam ini karena tadi demas telpon ibu belum nyampai rumah malahan, masih di kantor."
"yo wes kono, ati-ati"
sambil kucium tangan simbah aku lihat simbah ngga pengen liat aku pulang, keliatan kok di mata beliau.
Sampai di jatinegara aku segera menuju ke cipinang muara rumah temanku itu, setelah berbasa basi sedikit dan mengucapkan selamat serta permintaan maaf karena janjiku untuk ikut hadir di akad nikahnya tidak bisa kutepati aku pamit.
Aku sengaja naik bis dari cawang karena kalau nunggu kereta yang ke semarang baru berangkat jam 8 malam, kalau dari terminal pulogadung sama aja bolak balik.
hmmm uda nyampai pekalongan ternyata, uda jam 12 lebih sepuluh, uda telat 7 jam dari pemakaman simbahku.
simbah, demas kangen simbah...
Sabtu, 10 November 2007
sad, terrible
its kind for me to say this...damn!!
maaf, di pagi ini aku ada sedikit masalah dengan kawan sekantor, seruangan malah, missunderstanding gitu cuma masalah lagu. He said that aku cuma baru tau dia sekuku hitam, aku ngga tau apa apa and dia bilang aku ngremehin dia
for what?? aku ngga tau ada masalah apa ini...
yang pasti uda bikin mood ku hilang hari ini....
ya Allah..
maaf, di pagi ini aku ada sedikit masalah dengan kawan sekantor, seruangan malah, missunderstanding gitu cuma masalah lagu. He said that aku cuma baru tau dia sekuku hitam, aku ngga tau apa apa and dia bilang aku ngremehin dia
for what?? aku ngga tau ada masalah apa ini...
yang pasti uda bikin mood ku hilang hari ini....
ya Allah..
Langganan:
Postingan (Atom)